Wejangan Erick Thohir untuk Pebisnis Ketika Pandemi: Harus Berani Ambil Risiko

Merdeka. com — Krisis yg disebabkan wabah Covid-19 sudah berjalan 8 bulan lamanya. Tak hanya membuat orang yang sehat menjadi sakit, pandemi juga membuat marketing yang baik-baik saja menjadi semrawut.

Meski demikian, pandemi bisa menjadi kesempatan bagi pebisnis untuk melakukan perubahan. Setidaknya, tersebut lah prinsip yang diteguhkan pengusaha sukses yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN Erick Thohir dalam melewati krisis kesehatan dan ekonomi ini.

Menurutnya, dalam krisis, mau tidak mau pengusaha harus mengambil risiko untuk keberlangsungan bisnisnya. Risiko yang diambil maka akan berdampak pada kondisi perusahaan nantinya.

“Di masa krisis, kita harus berani ambil keputusan. Kalau kerja dengan hati, produk yakin ada, market tetap jalan, itu challenge sebagai pengusaha. Seandainya secara profesional, kita pikirkan risikonya. Kita sebaiknya ambil risiko, inch ujar Erick dalam tayangan digital, Rabu (28/10).

Erick menceritakan pengalamannya memimpin perusahaan, tepatnya di rentang waktu 2004 hingga 2006. Bisnisnya sedang kesulitan saat itu. Dulu, pilihannya ialah memangkas pegawai, menutup usaha, meminjam dana dari perbankan atau memaksimalkan daya yang dimiliki. Pilihan ini ialah bagian dari risiko yang harus diambil.

“Waktu tersebut saya melepas hobi saya, electric motor tua, lukisan. Kita harus pikirkan risiko terhadap karyawan dan perusahaan, ” katanya.

Erick juga bilang, krisis memaksa seluruh pihak termasuk pelaku usaha untuk menciptakan kesempatan baru dan bertransformasi ke arah yang lebih canggih. “Saat krisis, ini ada kesempatan. Juga ketika krisis mau tidak mau harus go digital. Ada jenis pekerjaan yang hilang, lalu justru ada yang baru juga, ” ujar Erick.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6. com [azz]