Warga Tunanetra di Banyuwangi Bisa Bisa Identitas Braile

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Langgas. com – Saat ini penyandang disabilitas, khususnya tuna netra di Kabupaten Banyuwangi mampu mendapatkan identitas Kartu Tanpa Kependudukan (KTP), Kartu Keluarga (KK) mematok Akte Kelahiran dengan teks braile. Upaya ini dilakukan agar masyarakat tuna netra bisa membaca identitasnya sendiri menggunakan teks braille.

Kabid Pendataan Sipil, Jawatan Kependudukan dan Catatan Sipil Banyuwangi, Saifudin mengatakan, untuk mendapatkan individualitas braille, warga cukup datang ke kantor dinas, tanpa perlu sampai ke kantor desa.

“Syarat untuk mendapatkan identitas braille, warga tuna netra cukup membawa fotocopy KTP, KK dan akte kelahiran. Jadi sekarang punya dua, yang KTP, KK dan akte biasa sama yang braile, ” kata Saifudin, Sabtu (5/12).

Saat ini, kata Saifudin, masih banyak warga disabilitas di Banyuwangi yang belum memiliki individualitas. Harapannya, warga tidak malu menyampaikan kondisinya, karena semua warga mempunyai hak dan kesempatan yang pas.

“Saat ini masih ada 250 warga disabilitas dengan tercatat di Dispenduk. Masih penuh yang belum mencatatkan diri. Oleh karena itu harapannya bisa aktif melaporkan kondisinya. Di Banyuwangi penduduknya lebih dibanding 1, 7 juta. Kami butuh kerjasamanya, jangan malu, harus percaya diri, ” katanya.

Bila belum memiliki KK, akte kelahiran dan KTP, khusus bagi yang penyandang tuna netra, sekali lalu akan mendapatkan identitas braille.

“Kalau yang belum punya, ya harus ngajukan pembuatan KTP, KK dan Akte, nanti secara otomatis akan dibuatkan yang braille, ” ujarnya.

Lewat identitas braille, warga tuna mata harapannya bisa membaca identitasnya tunggal, mulai berapa nomor nomor identitas kependudukan-nya hingga detail lainnya. Sebelumnya, lewat identitas nyang sama dengan Kebanyakan orang, warga tuna netra hanya bisa mendengarkan.

“Sementara ini sudah ada 5-6 warga yang mencatatkan diri dengan identitas braille. Sebelumnya warga tuna netra hanya bisa dengar daya di kartu identitasnya, nah saat ini bisa baca. Jadi ini memakai kertas, khusus untuk braille, ” ujar Saifudin.

Wujud fisik identitas braille sendiri berbahan kertas khusus dengan cetakan huruf braile. Seperti KTP, butuh setidaknya 3 lembar dan KK 4-5 lembar kertas braille.

“KTP butuh 3 lembar, tatkala KK 4-5 lembar. Sebelumnya, gagasan identitas braile untuk warga tuna netra sudah ada di Pasuruan, sekitar 3 kecamatan. Kami telah melakukan MoU untuk kerjasama pembuatan identitas braille, ” katanya.

Sementara itu, pendiri Yayasan Aura Lentera Banyuwangi yang pokok mengadvokasi warga disabilitas, Indah Catur Cahyaningtyas (38) mengapresiasi upaya Pemkab Banyuwangi yang telah memberikan perhatian kepada warga disabilitas, khususnya tuna netra.

“Intinya ana mengapresiasi Pemkab Banyuwangi yang telah memberikan identitas braille, karena para penyandang disabilitas, khususnya tuna mata akhirnya bisa membaca identitasnya, nomor NIK nya, ” kata Baik.

Kontributor: Mohammad Ulil Albab [hrs]