Wali Kota Cimahi Nonaktif Ajay Priatna Segera Disidangkan

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Merdeka. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan barang bukti dan tersangka Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay Muhammad Priatna (AJM) dalam kasus dugaan suap perizinan di Praja Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020 ke penuntutan agar mampu segera disidangkan.

“Kamis (25/3), tim pemeriksa telah melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan bahan bukti) tersangka AJM pada tim JPU dalam perkara dugaan korupsi berupa pengakuan dan atau hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait dengan perizinan dalam Kota Cimahi TA 2018-2020, ” kata Plt Tukang Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta , Jumat (26/3) seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, susunan perkara penyidikan Ajay sudah dinyatakan lengkap (P21) sebab tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kewenangan penahanan dilanjutkan oleh JPU selama 20 hari terbatas sejak 25 Maret 2021 sampai dengan 13 April 2021 yang tempat penitipan penahanannya masih di Rutan Polres Metro Jakarta Tengah, ” ucap Ali.

Dalam waktu 14 hari kerja, tim JPU akan segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan susunan perkara Ajay ke Meja hijau Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Persidangan diagendakan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Selain itu, kata dia, selama proses penyidikan kepada Ajay telah diperiksa 76 saksi di antaranya aparatur sipil di Pemkot Cimahi dan dari unsur swasta yang merupakan para kontraktor yang mengerjakan proyek di Kota Cimahi.

Selain Ajay, KPK di dalam 28 November 2020 selalu telah menetapkan Komisaris Vila Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda, Kota Cimahi Hutama Yonathan (HY) sebagai tersangka pemberi suap kepada Ajay.

Untuk Hutama saat ini sudah berstatus terdakwa dan sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Ajay diduga menerima Rp1, 661 miliar dari kesepakatan pokok Rp3, 2 miliar terpaut perizinan RSU Kasih Emak Tahun Anggaran 2018-2020.

Adapun pemberian kepada Ajay telah dilakukan sebanyak lima kali di kaum tempat hingga berjumlah sekitar Rp1, 661 miliar. Pemberian telah dilakukan sejak enam Mei 2020, sedangkan mas terakhir pada 27 November 2020 sebesar Rp425 juta. [bal]