Terpikat Kasus Narkoba, Reza Artamevia Mengajukan Rehabilitasi

Merdeka. com – Artis Reza Artamevia telah mengajukan rehabilitasi terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Diketahui, Reza diamankan di Jumat (4/9) lalu oleh barisan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, di sebuah restoran di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Dari tangan Reza, petugas menyita narkotika macam sabu seberat 0, 78 gram.

“Saudari RA melalaikan pengacaranya sudah mengajukan untuk merehabilitasi. Surat dari kuasa hukum sudah kita terima, ini dari pengaruh hukum sudah kita terima. Sementara ini masih didalami oleh awak penyidik, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Hebat, Rabu (9/9).

Sebab karena itu, Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya hendak melakukan gelar perkara terlebih dahulu. Untuk merespons pengajuan rehabilitasi yang diajukan Reza memenuhi syarat ataupun tidak.

“Rencananya terang ini kita akan lakukan menggelar perkara karena mekanismenya seperti itu, surat pengajuan rehabilitasi masuk pada penyidik. Kemudian akan digelar urusan dulu, apakah memang ini sudah pantas naik ke atas atau tidak, ” ujarnya.

“Setelah itu, nanti ke BNNP untuk meminta rekomendasi dan dikerjakan assesment kepada yang bersangkutan. Dibanding hasil-hasil sementara, kalau memang harus direhabilitasi maka akan direhabilitasi & kalau memang tidak ya tak, ” sambungnya.

Lalu, terkait dengan test rambut terhadap Reza sendiri. Penyidik belum mengabulkan hal tersebut, karena polisi telah memperoleh keterangan dari penyanyi itu telah empat bulan mengonsumsi barang haram tersebut.

“Kemarin telah saya sampaikan kalau memang itu perlu akan kita serahkan. Kalau memang dianggap perlu oleh pemeriksa itu akan dilaksanakan oleh pemeriksa. Sambil berjalan, ” ungkapnya.

“Kalau memang itu hendak dianggap perlu oleh penyidik akan dilakukan tes rambut, untuk mampu mengetahui berapa lama sudah digunakan, yang kita ini kan sudah memenuhi unsur di dalamnya, siap sebenarnya tidak ada masalah, ” tandasnya.

Atas perbuatannya, polisi menjerat Reza dengan peraturan narkotika yang ancaman hingga 12 tahun penjara.

“Pasal yang diterapkan terhadap yang bersangkutan, karena ini masih baru kita masih mendalami terus, di Pencetus 112 ayat 1 subsider Perkara 127 ayat 1 undang-undang Cetakan 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman adalah paling singkat 4 tahun dan paling periode adalah 12 tahun penjara, ” pungkasnya. [ded]