Terbukti Pakai Sabu, Personel Polrestabes Zona Dihukum 3 Tahun Penjara

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Merdeka. com – Seorang personel ke polisi an yang bertugas di Polrestabes Medan, Andi Arvino (35) terbukti bersalah menggunakan sabu. Dia dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Hukuman untuk Andi dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Dominggus Silaban di Pengadilan Kampung (PN) Medan, Selasa (8/12). Pada sidang ini, terdakwa yang datang dengan cara video konferensi.

“Menjatuhkan hukuman kepada tersangka Andi Arvino dengan pidana penjara selama 3 tahun, ” sirih Dominggus.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan hal yang memberatkan terdakwa yakni Andi merupakan polisi aktif yang seharusnya menganjurkan contoh yang baik kepada klub. Dia tidak mendukung program negeri dalam memberantas peredaran narkotika.

“Sedangkan hal yang menggali, terdakwa bersikap baik selama persidangan, mengakui perbuatannya, dan belum pernah dihukum, ” jelas Dominggus.

Hukuman yang dijatuhkan lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa yang meminta agar Andi dijatuhi kejahatan penjara selama 7 tahun serta denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Majelis hakim tidak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Rizqi Darmawan yang menuntut Andi dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yakni pasal pengedar atau wasit penjualan sabu-sabu. Mereka menyatakan adam itu terbukti melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a UNDANG-UNDANG RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena menyalahgunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Rizqi Darmawan langsung menyatakan banding dengan putusan itu. “Kami banding Yang Mulia, ” ujarnya.

Sebelumnya, Rizqi mengatakan, Andi ditangkap karena disangka menjadi pengedar sabu. “Atas titah Kasi Propam, kabarnya terdakwa tersebut pengedar sabu. Kalau tidak salah, pengakuannya sudah 3 kali. Lalu saat ditangkap bapak-bapak Propam ini didapatilah sabu sisa pakai di kaca pirex. Dan saat dites urine, positif, ” jelasnya.

Berdasarkan dakwaan, pada 13 Februari 2020 terdakwa Andi menyongsong penjual sabu di Jalan Kapten Muslim, Medan. Dia lalu mendatangkan narkotika itu ke RTP Polrestabes Medan untuk diberikan kepada Benget (DPO). Benget memberi Andi Arvino uang Rp600 ribu sebagai risiko menjemput sabu itu.

Keesokan harinya, Andi menerima Rp1 juta dari Wilson EM Sitorus. Uang itu digunakan untuk membeli sabu di Jalan Aksara, Medan.

Andi saat itu membeli 1 gram sabu. Tempat kemudian kembali membawa narkotika tersebut ke Blok B RTP Polrestabes Medan dan menyerahkannya kepada Wilson sekitar pukul 21. 00 WIB. Dia mendapat upah Rp500 ribu.

Aksi Andi diketahui Propam Polrestabes Medan. Pada Selasa (18/2), mereka melakukan penggeledahan dalam rumahnya. Dari penggeledahan itu, terlihat satu pipet yang berisi abu sabu di dalam saku sebelah kiri baju dinas PDL SUS Polri miliknya. Setelah diinterogasi dia mengakui perbuatannya. [cob]