Temuan Bawaslu di Pilkada Sumut, Banyak Pemilih Ber-KTP Luar Daerah Ikut Memilih

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Merdeka.com – Sejumlah pelanggaran ditemukan Bawaslu dalam pelaksanaan pilkada di beberapa daerah di Sumatera Utara (Sumut). Pelanggaran itu di antaranya penggunaan formulir C6 oleh orang yang tidak berhak.

Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rachmawati Rasahan, mengatakan, pelanggaran setidaknya ditemukan pada 5 di antara 23 kabupaten/kota. “Ada lima daerah sejauh terjadi pelanggaran ini dari hasil pemantauan dan pengawasan kita, yakni Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Binjai, Karo dan Serdang Bedagai,” ujarnya kepada wartawan, Senin (10/12).

Bawaslu Sumut masih mengumpulkan berbagai dugaan pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pilkada di daerah ini. Di antara pelanggaran mencolok yaitu penggunaan formulir C6 oleh orang yang bukan ber-KTP lokasi pilkada.

Di Kabupaten Serdang Bedagai, ada undangan memilih atau formulir C6 yang digunakan orang yang tidak berhak. Bahkan KTP penggunanya bukan dari Provinsi Sumatera Utara. “Jadi itu bukan KTP Sumatra Utara, tapi dia diberikan izin memilih oleh petugas KPPS-nya,” jelas Syafrida.

Sementara di Mandailing Natal, ditemukan penggunaan C6 dengan nama calon pemilih yang sudah meninggal dunia. Bawaslu menduga C6 itu diberikan kepada orang lain.

Di Kabupaten Karo dan Kota Binjai juga terjadi penggunaan C6 tidak sesuai dengan data DPT. Lalu pemilik aslinya mencoblos membawa KTP ke TPS. Sementara pihak KPPS tidak bisa mengidentifikasi orang yang mencoblos menggunakan C6.

Sebanyak 23 kabupaten/kota di Sumut menggelar pilkada pada 9 Desember 2020 lalu. Daerah itu yakni: Kota Medan, Binjai, Pematang Siantar, Tanjung Balai, Sibolga dan Gunung Sitoli, serta Kabupaten Serdang Bedagai, Simalungun, Labuhan Batu, Mandailing Natal, Karo, Labuhan Batu Utara, Nias Selatan, Labuhan Batu Selatan, Tapanuli Selatan, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Nias, Nias Utara, Samosir, Nias Barat, dan Pakpak Bharat. [rhm]