Tanda Prabowo Kembali Disebut dalam Sidang Suap Benur, Tersedia Aliran Dana ke Perusahaannya

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Mandiri. com – Nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kembali dikenal dalam persidangan kasus suap ekspor benih loster ataupun benur di Pengadilan Tipikor, Jakarta , Rabu (9/6). Kali tersebut oleh saksi Miftakh Aulani Rahman, akuntan forensik yang memeriksa dan menganalisa deraian keuangan PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Berdasarkan analisisnya, ditemukan sejumlah uang dari bon Achmad Bahtiar dan Amri yang mengalir ke PT. Gardatama Nusantara. Perusahaan tersebut disebut-sebut milik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Kesaksian itu bermula masa hakim anggota menanyakan pada saksi Miftakh terkait rincian aliran dana sebesar Rp24, 6 miliar yang datang dari PT ACK. Miftakh menuturkan, dari miliaran uang tersebut terdapat dana sebesar Rp300 juta yang ditransfer ke PT Gardatama Nusantara.

“Kemudian memindahkan ke PT Gardatama Nusantara ini perusahan milik Prabowo Subianto ini sebesar Rp300 juta, ” kata Miftakh saat sidang di Meja hijau Negeri (PN) Jakarta Was-was, Rabu (9/6).

Namun Miftakh tak membicarakan waktu transfer tersebut. Tempat menjelaskan, aliran dana sejak PT ACK melewati beberapa rekening perantara hingga sampai pada rekening tujuan. PT Gardatama Nusantara menjadi bon tujuan.

“Jadi kalau secara detail tentunya ada beberapa banyak aliran-aliran dana yang melewati beberapa rekening sampai kemudian ke penerima akhir tapi kalau kita lihat siapa selalu sih si penerima akhir dari transaksi keseluruhan Rp24, 6 miliar ini, ” terangnya

Jalan dana ke PT Gardatama Nusantara bukan sekali dilakukan. Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), pada November 2020, mantan Menteri Bahari dan Perikanan Edhy Prabowo memerintahkan Amiril Mukminin untik melakukan transfer ke PT Gardatama Nusantara sebanyak tiga kali.

Totalnya diperkirakan mencapai Rp3, tujuh miliar. Uang yang dikasih berasal dari rekening Achmad Bahtiar dan pemberiannya dilakukan secara tunai dan beberapa ditransfer.

Pada Maret 2021, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang Rp3 miliar yang diduga terkait kasus terkaan suap izin ekspor baka bening (benur) lobster. Kekayaan itu disita dari Penasihat Utama PT Gardatama Nusantara, Syammy Dusman. Syammy juga diketahui sebagai mantan caleg Partai Gerindra .

Di dakwaan juga disebutkan, keuntungan pendapatan PT ACK dari ekspor BBL ditransfer ke Achmad Bahtiar sebesar 41, 65 persen, ke Amri sebanyak 41, 65 tip; dan Yudi Surya Atmaha sebanyak 16, 7 komisi. Hingga mendapatkan uang sebesar Rp24, 6 miliar sebab rekening atas nama Bahtiar dan Amri.

Selain mengalir ke PT Gardatama Nusantara, Miftakh merinci, uang dari PT ACK juga dilakukan penarikan tunai sebesar Rp4, 7 miliar dari rekening Amri dengan setelahnya tersisa saldo mengendap sekitar Rp3, 4 miliar.

Kemudian, ada keterangan transfer ke bon Ainul Faqih dengen tanda pembelian barang sebesar Rp2, 9 miliar. Lalu penarikan tunai yang tidak teridentifikasi sebesar Rp1, 969 miliar. Ada pula belanja atau poin of sell yang dilakukan selama periode anjangsana di USA sebesar Rp873 juta.

“Kemudian transfer kepada Ismail sebesar Rp782 juta, kemudian transfer kepada Astra International TBK untuk pembelian mobil sebab rekening Amir atau Bahtiar sebesar Rp543 juta, ” terangnya.

Bertambah lanjut ada, transfer pada 36 nomor rekening dengan nilai total akumulatif invalid dari Rp40 juta dalam antaranya kepada Husni Mubarok, Anggia Tesa Lonika, Firda Yusri dan lain-lain termasuk Sri Rejeki (Ibu lantaran Edhy Prabowo). Hingga menyentuh total sekitar Rp502 juta untuk nominal dibawah Rp40 juta.

Disebut Pertama Kali dan Bantahan

Ini kali kedua nama Prabowo disebut dalam sesi suap ekspor benur. Sebelumnya pada sidang yang digelar 21 April 2021, Penasihat Ekspor Impor PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Ardi Wijaya mengatakan, berdasarkan informasi dari Suharjito selaku bosnya, disebut alasan PT Aero Cipta Kargo (PT ACK) jadi satu-satunya bagian pengirim izin benih losbter karena ada pengaruh dibanding Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Peristiwa itu terungkap ketika jaksa mencecar Ardi terkait obrolannya dengan Suharjito soal sapa pihak yang sehingga menyusun PT ACK berhasil memperoleh seluruh pengiriman ekspor baka lobster.

Dunia Wijaya selaku Manajer Ekspor Impor PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) mengecap dalam berita acara penjagaan (BAP), bahwa PT ACK milik Prabowo Subianto bersandarkan penangkapan dari percakapan Suharjito.

Namun semua kaitan dengan Prabowo Subianto dibantah oleh Edhy Prabowo. Edhy Prabowo menegaskan bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bukanlah pemilik lantaran PT Aero Cipta Barang (PT ACK) selaku perusahaan kargo pengirim eskpor baka benur lobster (BBL).

“Bahwa PT ACK milik Pak Prabowo hamba nyatakan tidak benar dengan mulia, ” kata Edhy saat persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (28/4).

Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak juga menepis kabar terkait Prabowo turut tagan dalam pengiriman izin benih lobster dari PT Aero Cipta Kargo (PT ACK). Dia menjelaskan perusahaan tersebut bukan milik Prabowo.

“PT ACK tersebut bukan milik Pak Prabowo dan tidak ada kaitannya dengan Pak Prabowo, ” kata Dahnil saat dihubungi merdeka. com, Rabu (28/4).

Dia mengucapkan nama Prabowo sering dicatut pihak yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya terpaut kasus dugaan korupsi izin ekspor benih benur lobster (BBL) atas terdakwa Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan kawan-kawan.

“Nama beliau sering dicatut orang-orang tertentu yg tidak bertanggungjawab untuk hajat pribadi mereka, kita benar sayangkan perilaku-perilaku tersebut, ” bebernya. [noe]