Sandiaga Yakin Ekonomi Indonesia Membaik bila Warga Disiplin Protokol Kesehatan

Merdeka. com – Pandemi virus corona atau covid-19 berimbas mengakibatkan kritis ekonomi nasional. Namun Sandiaga Uno ngerasa optimis ekonomi Indonesia akan membaik dan meningkat dalam waktu dekat.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno dalam webminar bertajuk ‘Covid-19 dan Resesi di Indonesia’ pada Jumat (21/8/2020). Mantan Pemangku Gubernur DKI Jakarta itu menilai Negeri berhasil melewati fase kritis sesudah mulai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Kuartal ketiga (diberlakukan) PSBB transisi. Ekonomi akan lebih baik, ” ujar pria yang biasa disapa Sandi ini.

Sandi mengungkapkan kunci tumbuhnya ekonomi berawal lantaran sikap masyarakat menghadapi wabah covid-19. Ekonomi nasional, lanjut dia, akan membaik apabila masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Selain itu, Sandi meminta kepada pemerintah biar segera merealisasikan pemberian bantuan untuk usaha mikro kecil dan enengah (UMKM), khususnya UMKM yang terdampak covid-19.

“Krisis saat ini menghantam UMKM duluan, karena gawat kesehatan manusia tidak bisa mobilitas. Tak ada mobilitas UMKM, KO, ” ungkap Sandi.

“Yang pertama dibantu UMKM, (lalu) korporasi dan perbankan menyusul. Pemerintah menyiapkan hampir Rp 700 Triliun. Kami tunggu eksekusi pemerintah, ” ujarnya.

Sementara tersebut, CEO CPN Group Advisor JCI East Java, Chandra Putra N menambahkan masyarakat jangan hanya mengharapkan menunggu pemerintah memberikan bantuan. Tempat mencontohkan bagaimana sosok Sandiaga Uno yang mampu bangkit dari gawat ekonomi pada 1997. Sehingga, kesimpulannya menjadi salah satu pengusaha lulus di Indonesia.

“Krisis, banyak miliarder baru, tokoh terakhir, orang sukses baru. Tahun 1997 di Amerika dan gara-gara kritis di Indonesia dari situ dia (Sandiaga Uno) banting stir jadi karyawan. Dan mulai membangun daya di bidang keuangan, ” perkataan Chandra.

Chandra meminta kepada masyarakat agar segera beradaptasi dengan situasi covid-19.

“Pandemi sudah terbiasa bekerja online menggunakan zoom meeting, webinar ini lebih efektif. Ketika krisis dan ekonomi minus 5 persen. Bukankah Indonesia selalu minus, tetapi terangkat waktu lebaran saja, ” ungkap Chandra

“Harus penyesuaian new normal. Belajar skil cara baru, seperti dunia digital, ” tambahnya. [ded]