Ribuan Demonstran Anti-Masker & Pendukung Prinsip Konspirasi Unjuk Rasa di Roma

Merdeka. com berantakan Sekitar 1000 orang demonstran kemarin berunjuk menikmati di Ibu Kota Roma, Italia, menentang penggunaan masker untuk budak sekolah dan vaksinasi wajib buat mereka.

Dilansir laman Alarabiya, Minggu (6/9), salah mulia negara Eropa pertama yang terkena dampak corona adalah Italia. Kini Italia mempunyai 276. 000 peristiwa yang telah dilaporkan dan lebih dari 35. 500 orang meninggal akibat COVID-19.

Dalam unjuk rasa tersebut massa berisi dari aktivis anti-vaksin dan pandai teori konspirasi.

“Jangan ada masker, jangan ada renggang sosial, ” tulis sebuah spanduk. Spanduk lain bertuliskan “Kebebasan karakter tidak bisa diganggu gugat” serta “Hidup kebebasan. ”

Perdana Menteri Giuseppe Conte bereaksi dingin terhadap demonstran dengan mengutarakan: “Lebih dari 274. 000 kecil dan 35. 000 meninggal. Bercak. ”

Dia mengatakan bahwa italia tidak akan menerapkan lockdown lagi. Tapi langkah tersebut bisa dilakukan di tempat tertentu jika dibutuhkan.

Reporter Magang: Farhan Hafizhan [pan]