Rencana Penggali Kubur di Pemakaman Khusus Covid-19 Samarinda yang Terus Sedu

Mandiri. com – Pemakaman jenazah di tempat pemakaman khusus Covid-19 Raudhatul Jannah pada Serayu, Samarinda Utara, sudah lebih dari 170 orang. Tidak tersedia rasa suka yang mereka natural, sejak melakoni penggalian liang lahat Mei 2020 lalu.

Merdeka. com menyambangi lokasi pemakaman Raudhatul Jannah. Lokasinya, berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Samarinda, di poros jalan Samarinda – Bontang.

Masa itu, jam menunjukkan pukul 15. 47 Wita, Senin (5/10). Dua penggali makam, Nur (34) & Triono (40), sedang sibuk menyidik makam di blok makam keempat di areal makam milik Pemkot Samarinda.

Mereka pula rehat sejenak, melepas lelah bersandar jongkok di pinggir lubang makam yang mereka gali. Ada air mineral di sebelah Nur. Seteguk air itu melepas dahaganya, walaupun cuaca saat itu bergelayut gegana mendung.

“Sukanya tak ada. Duka terus yang ada, ” kata Nur, mengawali pembicaraan bersama merdeka. com tentang kerap duka mereka menjadi petugas gali makam, Senin (5/10) sore.

Jauh di benak Sinar, tak terkecuali Triono, berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. “Kalau mampu berhenti memakamkan karena Covid tak ada yang meninggal lagi sebab Covid. Sedihnya terus yang ada, hari-hari, ” ujar Nur.

©2020 Merdeka. com/Saud Rosadi

Nur dan Triono, adalah 2 dari 7 karakter dalam tim penggali makam, dengan bertugas sejak Mei 2020 berantakan. “Pernah paling banyak 6 lombong, untuk 6 jenazah yang dimakamkan sampai jenazah, ” sebut Sinar, sambil memandang lepas ke pedoman perbukitan di sekitarnya.

“Mulai banyak yang dimakamkan sejak Juli dan Agustus kemarin. Kita juga nggak nyangka. Kami pada sini, harus siap 1 jam sebelum jenazah datang. Artinya, lubang makam sudah siap, ” ungkap Triono menambahkan.

Dengan mengejutkan sekaligus momen paling menyentuh bagi Nur dan Triono, serta tidak bisa dilupa, adalah pemakaman bayi usia satu hari, dengan meninggal akibat Covid-19. “Saya hirau betul itu, dan juga tersedia anak-anak yang dimakamkan, ” kenang Nur.

Saat itu, pemakaman memasuki blok keempat. Sebab, 3 blok sebelumnya terisi sempurna jenazah dari pasien kasus Covid-19. Deru mesin alat berat buldoser terdengar jelas di sekitar saat perbincangan, yang sedang menyiapkan areal pemakaman baru. “Semoga segera berakhir Covid ini, ” tutup Nur mengakhiri perbincangan. [bal]