PGRI Minta Jokowi Jamin Keselamatan Guru di Daerah Pertentangan Usai Penembakan di Papua

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Merdeka. com – Pengurus Besar Uni Guru Republik Indonesia (PB PGRI) meminta pemerintahan Kepala Joko Widodo ( Jokowi ) menjamin keselamatan para guru yang ditugaskan di daerah konflik. Pernyataan ini dikeluarkan PGRI pasca-penembakan terhadap dua karakter guru di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua oleh Kaum Kriminal Bersenjata pimpinan Sabinus Waker.

“PGRI meminta negara hadir menggunakan pemerintah, pemerintah daerah, amtenar pertahanan dan keamanan, arsitek masyarakat (adat) untuk bisa memberikan perlindungan terhadap kesejahteraan para guru yang bertugas di pedalaman yang zaman ini tersulut konflik supaya mereka mendapatkan jaminan kesejahteraan diri dan keluarganya, ” ujar Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi kepada Liputan6. com, Minggu (11/4).

Unifah juga meminta agar pemerintah mau mengindahkan curahan hati para pengasuh yang ditugaskan mengajar dalam daerah konflik. Unifah menodong, jika para guru tersebut merasa keselamatannya tak terjamin bertugas di sebuah daerah, Unifah meminta pemerintah bersedia memindahtugaskan seorang guru tersebut.

“Apabila guru tersebut tak merasakan ketidakpastian akan jaminan keselamatan dalam menjalankan tugasnya, maka mohon bantuan pemerintah, pemerintah kawasan dapat memfasilitasi mereka biar mendapat tempat tugas yang aman dan terlindungi, ” ucap Unifah.

Unifah mengatakan, PGRI mengutuk keras atas kejadian penembakan terhadap dua guru dalam Puncak, Papua secara berendeng. Penembakan terhadap Oktavianus Rayo (40) terjadi pada Kamis (8/4) dan Yonatan Renden (28) pada Jumat (9/4).

PGRI juga menyesalkan terjadinya penembakan terhadap 3 gedung sekolah, yakni SD Jambul, SMPN 1, dan SMAN 1 Beoga, dan rumah guru dalam Kamis, 8 April 2021.

“Guru ialah penyuluh peradaban bangsa yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya, ” kata dia.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6. com [rhm]