Petugas Reka Ulang Kasus Gadis di NTT Bunuh Adam yang Coba Memerkosanya

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Merdeka. com – Penyidik Satuan Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengontrol sedikitnya 13 saksi pada kasus penikaman yang dilakukan seorang gadis berinisial MSK (15) terhadap sepupu pasal hendak diperkosa.

“Sudah 13 orang saksi yang kita periksa & berkasnya kita lengkapi, ” kata Kapolres Timor Sedang Selatan, AKBP Andre Librian, Sabtu (13/3).

Menurut Andre Librian, 13 saksi yang diperiksa terdiri dari keluarga korban, tanggungan tersangka, tersangka dan awak yang menemukan jenazah objek.

Untuk menutup keterangan saksi dan susunan perkara, penyidik juga uraian melakukan reka ulang urusan ini. Reka ulang dilakukan polisi di tempat perihal perkara, Kamis (11/3), dengan dipimpin Kasat Reskrim Iptu Hendrica Bahtera.

“Reka ulang untuk melengkapi berkas yang kita limpahkan. Reka ulang di tempat kejadian ini juga menghadirkan tersangka dan sejumlah bukti, ” ungkapnya.

Di lokasi kejadian, simpulan memperagakan belasan adegan dengan dikawal ketat aparat kepolisian .

Andre Librian serupa mendatangi Balai Rehabilitasi Baik Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Naibonat Ketepeng, untuk bertemu tersangka.

Bersama Kepala BRSAMPK Naibonat Kupang, Supriyono, Andre Librian mengecek kondisi fisik tersangka.

“Tersangka sudah terbiasa dan bersosialisasi dengan warga lain. Pemeriksa tetap memperhatikan hak-hak simpulan selaku anak, ” katanya.

Ia juga mengakui kalau penempatan tersangka di balai sebagai kiprah tepat, karena tersangka masih masuk dalam kategori anak-anak.

Bupati Timor Tengah Selatan, Epy Tarikh yang dikonfirmasi secara terpisah mendukung langkah-langkah yang dilakukan aparat kepolisian, untuk membatalkan hak anak walau tetap diproses hukum.

Bupati juga sudah meminta dinas P3A Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk menyongsong tersangka dan memberikan sandaran.

Pihaknya menganjurkan penyelesaian kasus ini ke pihak kepolisian dan menodong agar masyarakat tidak mempertimbangkan tersangka dan keluarganya tetapi menghargai proses hukum dengan sudah ada.

“Kita dukung proses dasar karena masalah sudah benar benderang. Kita dukung pemulihan kejiwaan tersangka dan pula dukung upaya oleh bagian kepolisian, ” jelas tumenggung Epy Tahun.

MSK menjadi tersangka peristiwa pembunuhan terhadap sepupunya NB (48) yang memaksanya untuk berhubungan badan di alas.

Korban serta MSK sebelumnya janjian untuk bertemu di pantai Bitan dekat rumah mereka dalam Desa Oni, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Saat mendaftarkan NB ke pantai, MSK membawa sebilah pisau yang diselipkan di saku celana belakang. MSK dan NB saat itu sempat berhubungan badan satu kali.

Tetapi beberapa masa kemudian korban kembali menodong MSK untuk berhubungan lembaga lagi, namun ditolak MSK akibatnya terjadi cekcok di antara mereka berdua.

Karena NB terus mendesak untuk kembali berhubungan badan, membuat MSK mengambil badik dan menikam NB.

Dalam kasus tersebut, penyidik Polres Timor Tengah Selatan, tidak menahan simpulan MSK. Tersangka dititipkan ke Pantai Rehabilitasi Naibonat buat mendapat pendampingan.

Polisi menjerat tersangka MSK secara pasal 338 subsider kausa 351 dengan ancaman azab 15 tahun penjara. [cob]