Penguasa Kemensos Turut Nikmati Kekayaan Suap untuk Juliari Batubara

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Langgas. com – Jaksa Penuntut Ijmal (JPU) KPK menyebut uang ‘fee’ pengadaan bansos sembako Covid-19 yang diperuntukkan untuk mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara senilai Rp 32, 482 miliar serupa dinikmati para pejabat dalam lingkungan Kementerian Sosial.

“Selain diberikan kepada terdakwa, uang ‘fee’ tersebut juga diperuntukkan kepada sebesar pihak, ” kata JPU KPK Muhammad Nur Azis saat membacakan surat dakwaan untuk Juliari Batubara dalam pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta , Rabu (21/4).

Pihak-pihak yang menyambut uang tersebut adalah:

1. Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono sejumlah Rp 200 juta

2. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin sejumlah Rp 1 miliar

3. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako Covid-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Baik Kemensos periode April-Oktober 2020 Matheus Joko Santoso sebesar Rp 1 miliar

4. Kabiro Ijmal Kemensos sekaligus PPK logistik bansos sembako Covid-19 masa Oktober-Desember 2020 Adi Wahyono sejumlah Rp 1 miliar

5. Besar Biro Kepegawaian Kemensos Mengabulkan Raharjo sejumlah Rp 150 juta

enam. Anggota tim teknis Rizki Maulana sejumlah Rp 175 juta

tujuh. Anggota tim teknis Robin Saputra sejumlah Rp 200 juta

8. Anggota tim teknis Iskandar Zulkarnaen sebesar Rp 175 juta

9. Anggota tim teknis Firmansyah sejumlah Rp 175 juta

10. Yoki sejumlah Rp 175 juta

11. Besar Subdit Pencegahan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos Rosehan Asyari atau Reihan senilai Rp 150 juta.

Dalam perkara ini, Juliari P Batubara didakwa menerima suap senilai total Rp32, 482 miliar dari sejumlah penyedia barang dalam pemasokan bansos sembako penanganan Covid-19 di Kementerian Sosial tahun 2020.

Seperti dilansir dari Antara, Juliari menerima uang sebesar Rp1, 28 miliar dari Harry Van Sidabukke yang menggantikan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude, sebesar Rp1, 95 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja yang mewakili PT Tigapilar Agro Utama serta uang sebesar Rp29, 252 miliar dari beberapa perusahaan penyedia.

Pemberian uang sogok dilakukan melalui Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako Covid-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Petaka Sosial Kemensos periode April-Oktober 2020 dan Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Kemensos sekaligus PPK pengadaan bansos sembako Covid-19 periode Oktober-Desember 2020.

Uang ‘fee’ sebesar Rp14, 7 miliar menurut JPU KPK sudah diterima oleh Juliari dari Matheus Joko dan Adi Wahyono melalui hubungan orang-orang dekat Juliari yaitu tim teknis Mensos Tegap Ary Wibowo, ajudan Juliari bernama Eko Budi Santoso dan sekretaris pribadi Juliari Selvy Nurbaity.

Matheus Joko dan Terpakai Wahyono kemudian juga menggunakan ‘fee’ tersebut untuk kesibukan operasional Juliari selaku mensos dan kegiatan operasional asing di Kemensos seperti pembelian ponsel, biaya tes ‘swab’, pembayaran makan dan minum, pembelian sepeda Brompton, pembalasan honor artis Cita Citata, pembayaran hewan kurban had penyewaan pesawat pribadi. [fik]