Pengedar Sabu Ditangkap Usai Jatuh sejak Motor saat Kejar-Kejaran dengan Polisi

Merdeka. com berantakan RTR (29), seorang pria yang diduga suruhan dan pengedar narkotika jenis sabu ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya. Ia ditangkap di sebuah SPBU Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala BNN Kota Tasikmalaya, Tuteng Budiman membicarakan bahwa RTR bersama temannya yang berperan sebagai operator diketahui membawa narkotika jenis sabu kristal seberat 103 gram. “Sabu itu mampu diolah lagi. Diduga narkotika itu berasal dari Myanmar, ” perkataan Tuteng, Selasa (22/9).

Pihaknya, diakui Tuteng, sempa terlibat aksi kejar-kejaran dengan kedua orang tersebut. Keduanya sendiri saat dikejar pihaknya menggunakan sebuah kendaraan bermotor roda dua. RTR akhir bisa ditangkap karena jatuh dari motornya, namun rekannya berhasil melarikan muncul.

Saat diperiksa BNN Kota Tasikmalaya, RTR mengaku kalau narkotika kristal itu didapatkannya sejak seseorang di Bandung dan mengambilnya di tempat yang dijanjikan. Tuteng memastikan bahwa RTR tidak bersangkutan dengan jaringan pembawa 13 kilogram sabu yang beberapa waktu lalu diungkap di Tasikmalaya.

“Ia memiliki jaringan tersendiri dan mengaku baru kali pertama mengeluarkan sabu di Tasikmalaya. (Narkotika) dari Bandung ngakunya dan tidak ada kaitannya dengan bus pembawa sabu 13 kilogram di Rajapolah kemarin, ” sebutnya.

Masa ini, RTR bersama sejumlah bahan bukti yang diamankan berada dalam kantor BNN Kota Tasikmalaya buat diproses lebih lanjut. Selain barang bukti sabu, turut diamankan 2 buah handphone, lakban dan imbangan digital.

“Kita sangkakan Pasal 112 junto 114 peraturan RI Nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal sebaya hidup. Kita terus kembangkan & mengejar pelaku lainnya, ” tutupnya. [gil]