Ombudsman Investigasi Dugaan Pungli Penjaga ke Pengendara yang Dikira Pemudik

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Merdeka. com – Ombudsman Sumatera Selatan bakal melakukan pendalaman sebagai tindaklanjut dugaan kutipan liar yang dilakukan anggota Polrestabes Palembang terhadap pengendara yang dikira pemudik. Parahnya, pungli tersebut dilakukan di pos penyekatan mudik.

Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Ombusman Sumsel Hendrico mengungkapkan, investigasi dilakukan jadi pengawasan secara tertutup kepada kinerja kepolisian di lapangan. Terlebih petugas saat ini menjadi sorotan masyarakat sehingga perlu pembenahan.

“Karena ini menyangkut trust, kepercayaan masyarakat bisa buyar kalau ternyata bisa diduitin seperti itu, berarti sistemnya tidak bisa dipercaya, itu bahaya, ” ungkap Hendrico, Jumat (7/5).

Dia menegaskan, kasus ini harus ditindaklanjuti Polda Sumsel dengan memeriksa yang bersangkutan. Pemeriksaan secara internal benar penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

“Pemeriksaan internal dapat membuat terang suatu peristiwa. Tentunya itu akan mengembalikan trust klub bagi polri, ” ujarnya.

Terlebih teristimewa, saat ini polisi menjelma leading sector dalam pembatasan arus mudik dalam menyekat penyebaran Covid-19. Propam Polda Sumsel harus melakukan analisis tanpa perlu ada gelora dari luar atas telaahan pungli tersebut karena telah mulai meresahkan masyarakat.

“Ombudsman percaya Propam Polda Sumsel bakal melakukan penyelidikan terhadap anggotanya, ” kata dia.

Terlepas itu, pihaknya tahu aparat kepolisian untuk tidak main-main dalam pencegahan penyebaran virus corona. Apalagi kira-kira daerah di Sumsel nilai penularan sangat tinggi, apalagi masuk sebagai zona merah.

“Penerapan pembatasan arus mudik yang ditetapkan oleh pemerintah pusat kudu diterjemahkan oleh petugas di lapangan secara serius & tidak memanfaatkan situasi biut demi memperkaya diri. Andaikata aparat di lapangan memandang kebijakan pembatasan tersebut cuma sekedar formalitas, maka arah dari pembatasan untuk menyekat penyebaran Covid-19 tidak akan berjalan maksimal, ” pungkasnya. [eko]