Menghadap Lebaran, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan Berkedok Tagihan Imbalan Cukai

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Merdeka. com – Semakin banyaknya situs jual beli online di Indonesia secara langsung membuat transaksi belanja situ meningkat. Banyak fitur keamanan pada situs jual beli online untuk menunjang keamanan transaksi pada situs-situs tersebut.

Di antaranya asuransi barang dan transmisi, rekening bersama milik e-commerce, Cash on Delivery (COD), dan penjual yang sudah terverifikasi. Namun, tidak kurang transaksi jual beli online terjadi di luar posisi tersebut melainkan melalui akun media sosial yang minim fitur keamanan transaksi.

Hal tersebut memajukan terjadinya penipuan jual beli online dengan berbagai ragam modus. Salah satunya mengatasnamakan Bea Cukai.

Kasubdit Komunikasi dan Proklamasi Bea Cukai, Hatta Wardhana mengatakan, makin menjamurnya modus-modus penipuan mengatasnamakan Bea Bea semakin menimbulkan keresahan. Modus yang dilakukan pun beragam.

Hatta mengantarkan, berdasarkan data statistik Harga Cukai, selama 2020 ada laporan penipuan sebanyak 3284 kali pengaduan ke Contact Center Bea Cukai. Adapun hingga Maret 2021, jumlah laporan penipuan di 2021 telah mencapai 495 kala pengaduan.

“Angka ini merupakan gabungan dari berbagai macam modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Bea. Boleh jadi (angka tersebut) lebih besar karena sepertinya tidak semua korban melakukan dakwaan kepada kami, ” katanya, Rabu (12/5).

Dengan adanya fenomena penipuan tersebut, dia meminta bangsa lebih berhati-hati. Sebab, andaikata sudah terjebak penipuan maka yang dirugikan adalah pemilik dana.

“Oleh karenanya kami mengimbau biar masyarakat berhati-hati saat mau melakukan transaksi jual beli online dengan mengenali ciri-ciri penipuan dan modus dengan biasanya dilakukan oleh karakter, ” kata Hatta. [azz]