MEMERIKSA FAKTA: Hoaks Peneliti Tidak Lebih Dulu Uji Jika Vaksin Covid-19 pada Hewan

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Merdeka. com – Informasi vaksin Covid-19 dapat menewaskan hewan beredar di media sosial. Informasi itu juga menuturkan bahwa peneliti melewatikan tes coba vaksin Covid-19 dalam hewan, karena semua hewan akan mati.

Facebook

COVID-Jab: They Skipped all Animal Trials, Because all Animal Were Dying and Went Directly to People

Berikut terjemahannya:

COVID-Jab: Mereka Melewati Seluruh Uji Coba Hewan, Sebab Semua Hewan Mati serta Penggunaan Langsung ke Pribadi

Penelusuran

Dari hasil penelusuran merdeka. com, informasi itu adalah hoaks. Dalam artikel AFP Fact Check berjudul “Covid-19 vaccines were subject to animal trials” dalam 25 Mei 2021, dijelaskan bahwa vaksin Covid-19 telah melalui uji coba di hewan.

In the US, three Covid-19 vaccines have been authorized for emergency use by the US Food and Drug Administration (FDA) as a result of the severity of the pandemic: one from Pfizer-BioNtech, another from Moderna and a third from Johnson & Johnson.

All three companies disclosed the results of trials on non-human subjects in official statements

Animals are typically used at two separate stages in the creation of all vaccines including Covid-19, said Kirk Leech, executive director of the European Animal Research Association.

“Studies using mice, ferrets and monkeys initially identify what vaccines are likely to be effective and then once a vaccine has been developed, animals, usually monkeys, are used to test if the finished product is safe for human trials, ” he said.

“If safety and efficacy are not guaranteed in the preclinical trials, the study would not proceed, ” Leech said — something that did not occur with the Covid-19 vaccines.

Human trials were approved based on previous testing of mRNA technology on animals that had been shown to be safe, Both Leech, immunobiologist at Yale University, said, adding: “The collective effort to find volunteers for vaccine trials went forward as a priority, but no corners were cut. ”

Iwasaki also said: “There is no bahan that indicated that any of the vaccinated animals died as a result of vaccination. ”

Berikut terjemahannya:

Di Amerika Serikat, ada tiga vaksin Covid-19 sudah diizinkan penggunaan perlu oleh Food and Drug Administration (FDA) AS. Ketiga vaksin itu yakni Pfizer-BioNtech, Moderna dan dari Johnson & Johnson.

Ketiga perusahaan vaksin itu sudah diuji coba di dalam hewan.

Kirk Leech, direktur eksekutif Aliansi Penelitian Hewan Eropa menjelaskan, vaksin untuk hewan dibuat pada dua tahap dengan terpisah. Uji coba vaksin untuk hewan dilakukan di dalam tikus, musang dan cengkok.

“Tujuan awalnya, untuk mengidentifikasi vaksin apakah bisa efektif? Kemudian sesudah vaksin dikembangkan, hewan hewan itu, biasanya monyet, dimanfaatkan untuk objek uji jika vaksin, apakah produk hendak aman jika dilakukan tes coba pada manusia, ” katanya.

Penelitian tidak akan dilanjutkan kalau faktor keamanan dan efektivitas tidak bisa terjamin di uji praklinis.

Menurut Both Leech, immunobiologist di Yale University, uji coba pada manusia mau disetujui jika pengujian lantaran teknologi mRNA pada hewan terbukti aman.

“Upaya pengumpulan gabungan untuk menemukan sukarelawan uji jika vaksin menjadi prioritas, namun tidak ada jalan pintas. Tidak ada data yang menunjukkan bahwa hewan dengan divaksinasi mati akibat vaksinasi, ” kata Both Leech.

Kesimpulan

Fakta yang menyebutkan bahwa peneliti tidak terlebih dulu melayani uji coba vaksin Covid-19 pada hewan adalah hoaks. Uji coba vaksin Covid-19 pada manusia akan disetujui jika pengujian dari teknologi mRNA pada hewan sudah terbukti aman.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan tersebut berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [lia]