Megawati Koordinasikan Kader PDIP Bantu Korban Bencana di NTT dan NTB

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Merdeka. com semrawut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri turun mengoordinasikan dengan langsung para kader untuk turun membantu korban musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP menyandarkan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) ke wilayah terdampak bencana. Megawati ikut terjun mengakselerasi proses kerja pasca kesusahan ini. Sementara, Wasekjen PDIP Sadarestuwati berada di lapangan untuk memimpin koordinasinya.

“Tadi malam Ibu Megawati terus mengoordinasikan bagaimana gerak Baguna dalam tanggap bencana di NTT, ” katanya dalam pembukaan Rakor Bidang Pariwisata PDIP dengan digelar virtual, Rabu (7/4).

Dia melahirkan, Megawati memberikan instruksi uraian dalam tanggap darurat gangguan. Hasto juga menjelaskan, kerja-kerja penyelamatan para korban bersama-sama aparat pemerintahan dilakukan sebab petugas Baguna PDIP.

Selain itu, kerja-kerja distribusi bantuan dan pemasokan juga dilakukan. Pada keadaan ini, lanjut Hasto, PDIP kembali mengirim logistik setelah melaksanakannya sejak minggu lalu.

“Instruksi Ibu Mega sangat detail di dalam tanggap darurat penanganan bahaya. Sampai Beliau menuliskan sendiri jenis obat-obatan, makanan, dan hal-hal penting yang kudu dibeli untuk menolong ibu-ibu dan anak-anak, ” jelasnya.

Megawati selalu memerintahkan agar Ketua DPD PDIP Provinsi Bali I Wayan Koster segera berjalan. Untuk membangun posko dan mengerahkan kader Baguna Bali segera diterjunkan ke NTT. “Sebab itulah sifat dan sikap gotong royong kita menghadapi bencana, ” ungkapnya.

Lebih jauh, Hasto mengatakan PDIP serupa terus mendorong kesadaran kalau masalah kebencanaan ini tidak hanya sekedar soal kesibukan pasca bencana. Yang pokok saat ini, seperti tetap diingatkan Megawati, perlu memperhatikan perkembangan dan dampak global warming saat ini.

Mengambil contoh di bencana di NTT, yang terjadi akibat anomali iklim sehingga tercipta badai siklon tropis. Padahal, hal tersebut seharusnya tak terjadi dalam wilayah yang berada pada khatulistiwa seperti Indonesia. Namun faktanya, kini itu terjadi dan diakibatkan perubahan iklim, efek rumah kaca, sehingga membawa kenaikan permukaan minuman laut.

“Proses ini yang membawa efek hingga terjadi bencana ke NTT. Itulah ketika zona tak kita kelola secara baik, ” kata Hasto.

“Maka Ibu Megawati dan PDI Perjuangan selalu mengingatkan, bahwa dalam politik perencanaan pembangunan, kita harus memperhatikan perubahan iklim yang dampaknya dahsyat dalam bencana lingkungan, ” mengakhiri Hasto.

Rapat Koordinasi itu dipimpin oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang hadir secara maya, serta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang hadir pada kantor pusat partai pada Jalan Diponegoro, Jakarta Was-was.

Selain Hasto, jajaran DPP PDIP juga hadir. Diantaranya adalah Wasekjen Sadarestuwati, Wiryanti Sukamdani, Sri Rahayu, Ribka Tjiptaning, dan Eriko Sotarduga. Sejumlah anggota DPR juga hadir semacam Andreas Hugo Pareira dengan menjadi moderator. Ratusan pemimpin DPC dan DPD PDIP dari seluruh Indonesia menjadi peserta acara itu.

Sejumlah menteri serupa hadir sebagai pembicara. Diantaranya adalah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Koperasi & UMKM Teten Masduki, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. [fik]