Kebengisan Demo Anti-Modi Meluas di Bangladesh, Massa Rusak Kuil Hindu dan Kereta Api

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Lepas. com – Ratusan anggota kaum Islam garis keras menggenjot kuil Hindu dan kereta api di Bangladesh timur pada Minggu, menurut polisi dan jurnalis lokal, masa kekerasan meluas di segenap negeri menentang kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Sedikitnya 10 demonstran tewas dalam antagonisme dengan polisi selama muncul rasa yang diorganisir ikatan Islamis tersebut. Kekerasan berkecamuk setelah kepulangan Modi, ketika kemarahan massa memuncak sebab kematian para demonstran itu.

Modi muncul di Dhaka pada Jumat untuk memperingati Hari Independensi Bangladesh ke-50 tahun, dan pulang pada Sabtu setelah menyerahkan 1, 2 juta dosis vaksin kepada Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina. Demikian dikutip dari Reuters, Senin (29/3).

Kelompok Islam menuding Modi mendiskriminasi minoritas Muslim pada negaranya yang mayoritas Hindu dan kekerasan meningkat secara cepat selama kunjungannya.

Pada Jumat, puluhan orang terluka di ibu kota Dhaka saat penjaga menembakkan gas air sembrono dan peluru karet ke arah pengunjuk rasa. Beribu-ribu aktivis kelompok Islam berbaris di jalan-jalan di Chittagong dan Dhaka pada Sabtu, dalam aksi unjuk menikmati.

Pada Minggu, aktivis dari kelompok Hefazat-e-Islam menyerang sebuah kereta pada distrik wilayah timur Brahmanbaria, menyebabkan 10 orang terluka.

“Mereka menggunakan kereta api dan merusak ruangan mesinnya dan dekat semua gerbong, ” sekapur salah seorang polisi kepada Reuters, menolak disebut namanya karena tidak punya kewenangan berbicara ke media.

“Brahmanbaria terbakar. Bervariasi kantor pemerintahan dibakar minus pandang bulu. Bahkan konglomerasi wartawan diserang dan penuh yang terluka, termasuk konglomerasi wartawan presiden. Kami sangat ketakutan dan merasa kandas asa, ” ujar seorang jurnalis di Brahmanbaria, Javed Rahim, kepada Reuters melalui telepon.

Tempat menambahkan, beberapa kuil Hindu di daerah itu pula diserang.

Para kelompok garis keras itu juga diduga membakar perut bus di distrik Rajshahi pada Minggu, saat ratusan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di Narayanganj, menghujani mereka dengan batu, sebutan polisi.

Para pengunjuk rasa menggunakan balok dan karung berisi pasir untuk menutup jalan, zaman polisi membalas dengan pelor karet dan gas air mata, menyebabkan puluhan orang terluka di Narayanganj, dalam luar ibu kota Dhaka.

Unjuk menikmati yang dipicu kunjungan Modi telah meluas menjadi demonstrasi yang lebih besar mendekati penembakan polisi, dan Hefazat-e-Islam mendorong unjuk rasa di seluruh negeri pada Minggu.

Polisi mengarahkan pendukung damai kami, ” ujar sekretaris penyelenggara Hefazat-e-Islam, Azizul Haque kepada pengikut di Chittagong pada Sabtu.

“Kami tak akan membiarkan darah darah kami sia-sia, ” pungkasnya. [pan]