Keadaan Pertama Arus Balik Cuti Bersama-sama, 160 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta

Merdeka. com berantakan PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 160. 204 kendaraan menuju Jakarta . Jumlah tersebut merupakan catatan pada hari baru arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi 1442 H (31 Oktober 2020).

“Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari kira-kira Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur), GT Cikupa (arah Barat) dan GT Ciawi (arah Selatan), ” kata pendahuluan Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Patokan (Persero) Tbk, Dwimawan Heru di dalam keterangannya, Minggu (1/11).

Ia menyebut, untuk total volume lalu lintas (lalin) yang menuju Jakarta naik atau meningkat 36, 8 persen jika dibandingkan berserakan lintas new normal.

“Untuk distribusi lalu lintas menuju Jakarta dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 53, 2 persen dari arah Timur, 25, 4 persen dari arah Barat & 21, 4 persen dari pokok Selatan, ” ujarnya.

Ia pun merinci, untuk arus lalu lintas dari arah timur yakni GT Cikampek Utama dua, dengan jumlah 43. 393 instrumen menuju Jakarta, naik sebesar 57, 3 persen dari lalin new normal. GT Kalihurip Utama dua, dengan jumlah 41. 794 instrumen menuju Jakarta, naik sebesar 56, 9 persen dari lalin new normal.

Sehingga, total kendaraan menuju Jakarta dari arah Timur adalah sebanyak 85. 187 kendaraan, naik sebesar 57, satu persen dari lalin new normal.

“Arah barat, lalin menuju Jakarta dari arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Pungutan Tangerang-Merak adalah sebesar 40. 654 kendaraan, naik sebesar 13, tujuh persen dari lalin new umum, ” ucapnya.

“Sementara itu, dari arah selatan total kendaraan yang menuju Jakarta dibanding arah Selatan atau Lokal melalaikan GT Ciawi 2 Jalan Pungutan Jagorawi sebanyak 34. 363 kendaraan, naik sebesar 26, 9 komisi dari lalin new normal, ” sambungnya.

Ia mengimbau, kepada para pengguna jalan pungutan agar dapat mengantisipasi perjalanannya tersebut sebelum memasuki jalan tol bagaikan untuk memastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, mematuhi adat kesehatan saat berada di wadah istirahat, isi BBM dan saldo kekayaan elektronik yang cukup.

“Serta mematuhi rambu-rambu dan pedoman petugas serta istirahat jika penat berkendara, ” tutupnya. [eko]