Kabareskrim Pastikan Penyidikan Kasus Penembakan 6 Laskar FPI Profesional

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Merdeka.com – Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penyidik Bareskrim Polri akan melakukan penyidikan secara profesional dan transparan dengan menerapkan penyidikan berbasis scientific crime investigation atau berbasis ilmiah dalam mengungkap kasus kematian enam anggota FPI. Penyidikan itu akan melibatkan internal Propam Mabes Polri.

“Untuk menjaga profesionalisme dan transparansi penyidikan maka penyidikan dilakukan secara scientific crime investigation dengan melibatkan pengawas internal Propam Mabes Polri,” ujar Sigit dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/12).

Bareskrim Polri juga membuka ruang ke pihak eksternal untuk memberikan masukan dan saran terkait penyidikan kasus penembakan terhadap enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.

Enam anggota FPI itu tewas ditembak setelah disebut polisi melakukan penyerangan saat petugas menyelidiki kasus dugaan pengerahan massa ketika memeriksa Rizieq terkait kasus kerumunan di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12).

“Kami juga buka ruang dan berikan kesempatan, dalam hal ini dari rekan-rekan eksternal untuk memberikan masukan dalam rangka melengkapi penyidikan yang kami lakukan,” kata mantan Kapolda Banten itu.

Sigit memastikan penyidik Bareskrim Polri akan selalu memberikan keterangan kepada awak media apabila ada perkembangan dalam pengusutan perkara itu. “Untuk perkembangan penyidikan selanjutnya kami sampaikan ke rekan-rekan dalam progress kami dan segera kami rilis untuk transparansi dan memberikan gambaran. Kami laksanakan kegiatan secara profesional, transparan dan objektif,” tutur Sigit.

Bareskrim juga membuka hotline atau saluran komunikasi siaga bagi warga yang memiliki informasi terkait dengan kasus tersebut. “Kami juga beri ruang masyarakat yang akan berikan informasi baik dalam bentuk informasi langsung yang bisa diberikan ke penyidik di Bareskrim atau melalui hotline 081284298228,” ujar mantan Kadiv Propam Polri ini.

Sebelumnya, polisi menyebut enam laskar FPI itu tewas ditembak setelah melakukan penyerangan saat petugas menyelidiki kasus dugaan pengerahan massa ketika memeriksa Rizieq terkait kasus kerumunan di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12). Insiden penyerangan itu disebut polisi terjadi di Tol Jakarta – Cikampek (Japek) KM 50, pada Senin (7/12) dini hari.

Polisi menyebut kejadian diawali penyerangan dari laskar pengawal Rizieq saat polisi sedang mengintai di Tol Japek. Pengintaian dilakukan untuk menyelidiki informasi soal isu pengerahan massa yang akan mengawal pemeriksaan Rizieq di Polda Metro Jaya.

Ketika itu, menurut keterangan polisi, kendaraan anggota Polda Metro Jaya dipepet kendaraan laskar FPI di tol, kemudian diserang dengan menggunakan senjata api. Polisi akhirnya membalas pelaku yang berujung pada enam orang dari 10 laskar FPI, tewas. Sebelum menembak, menurut keterangan polisi terjadi baku tembak antara petugas dengan mobil ditumpangi 10 laskar FPI itu.

Polisi menyebut enam anggota FPI tewas dalam baku tembak itu dan empat lainnya melarikan diri. Empat orang itu kini masih diburu polisi.

Namun keterangan polisi itu dibantah FPI. Dalam keterangannya, FPI menyebut anggotanya tak dibekali senjata tajam maupun senjata api. Ormas bermarkas di Petamburan itu bahkan menepis keterangan polisi terjadi baku tembak dalam peristiwa tersebut.

Enam anggota itu menurut FPI, dihabisi polisi di sebuah tempat. Sebab menurut FPI, satu dari lima anggotanya yang tewas itu sempat mengirimkan pesan suara hingga akhirnya handphonya tak bisa dihubungi. Belakangan FPI menyatakan baru mengetahui enam anggota tewas setelah mendengar keterangan dari kepolisian. FPI sebelumnya menyebut enam anggotanya itu diculik orang tak dikenal setelah sebelumnya kendaraan ditumpangi dipepet dan diberhentikan di tol Jakarta Cikampek. [gil]