Jokowi Minta Generasi Muda Tingkatkan Literasi Digital untuk Perangi Hoaks

Merdeka. com – Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menilai, Indonesia harus meningkatkan literasi digital. Terutama generasi muda. Maksudnya untuk memaksimalkan manfaat internet sekali lalu memerangi berita bohong.

“Kita juga perlu terus meningkatkan literasi digital untuk menyiapkan masyarakat terutama generasi muda agar memakai internet dengan baik, aman, bertanggung jawab bebas dari Miss fakta dan disinformasi, memerangi hoaks informasi bohong, ” kata Jokowi masa memberikan sambutan ‘Google for Nusantara 2020’ melalui siaran teleconference, Rabu (18/11).

Menurut Jokowi, dengan pengetahuan dan kecakapan pada menggunakan media digital, akan mendorong pemafaatan teknologi digital ke pedoman positif. Salah satunya meningkatkan produktivitas pembelajaran jarak jauh hingga memerosokkan gerakan kepedulian solidaritas.

“Literasi digital yang baik akan mendorong pemanfaatan teknologi digital ke arah yang positif. ”

Di sisi lain, literasi mengenai keamanan data pada teknologi dinilai belum maksimal atau sedang minim. Akibatnya, masih banyak umum Indonesia menjadi korban kejahatan siber akibat minimnya pemahaman privasi bukti.

Ketua Indonesian Cyber Security Forum, Ardi Sutedja melegalkan, pemahaman masyarakat Indonesia sebagai pengguna internet masih rendah. Sehingga banyak yang terjebak dan berdampak membatalkan.

“Jadi potret bangsa kita lebih mudah pencet benjol tanpa pikir panjang, ” sebutan Ardi dalam diskusi virtual, Senin (9/11).

“Masih penuh yang belum mengetahui risikonya, ” sambungnya.

Ardi mengutarakan ada dua aspek yang harus dipahami oleh masyarakat Indonesia. Yaitu keamanan dan ketahanan. Untuk kebahagiaan, rata-rata masyarakat sudah mulai menyadari pentingnya keamanan gawai dengan cara selalu memperbarui sistem perangkat.

Namun untuk ketahanan, Ardi menilai aspek ini masih belum dikuasai betul oleh masyarakat. “Karena ketahanan ini tergantung dari SDM-nya itu sendiri, ” tuturnya. [noe]