Jadwal Penataan Ulang Sejumlah Bandara Dinilai Bakal Rugikan Sektor Wisata Daerah

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Merdeka. com kacau Rencana pembentukan ulang bandara internasional yang kemungkinan bakal berujung penutupan sejumlah bandara internasional, dinilai akan berimbas di penurunan bisnis daerah destinasi wisata antara 30 hingga 40 upah.

Hal ini terlebih bagi daerah-daerah yang sudah membuka, dan memperbaiki wilayahnya untuk perkembangan sektor pariwisata seperti Lombok & Bandung.

“Saya menganjurkan kepada pemerintah jangan ditutup (bandara internasional) itu, ” kata Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Elly Hutabarat. Dikutip dari Jarang, Selasa (1/12).

Tempat mencontohkan apabila akses penerbangan tepat dari luar negeri ke Bandung melalui Bandara Internasional Husein Sastranegara ditutup, maka wisman akan kerepotan karena harus turun di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Bandung dengan mobil atau kereta.

“Dari sisi waktu dan biaya tentu ada penambahan, ” ujarnya.

Situasi seperti itu, menurut dia, akan mengancam bisnis kawasan karena siapa tahu akan terjadi penurunan jumlah kunjungan wisman.

“Jadi direct flight itu benar aman dan penting untuk daerah-daerah tujuan wisata seperti Lombok, Belitung, Bandung, ” katanya.

Dikatakannya, Bandara Internasional Lombok menikmati perkembangan yang positif baik lantaran sisi penataan bandara maupun kunjungan wisatawan, bila bandara ini ditutup, maka akan menyulitkan akses wisman ke Lombok.

Oleh sebab itu pihaknya meminta pemerintah agar rencana penataan ulang itu tidak sampai berujung pada penyudahan bandara internasional, serta memperhitungkan betul faktor ekonomi dan perkembangan kepariwisataan setiap daerah.

Elly berharap pemerintah menunda dan mengkaji lagi dampak dari penutupan bandara internasional serta mendengarkan masukan dari pemangku kepentingan di daerah wisata.

Secara terpisah Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengatakan bahwa wacana penataan ulang bandara internasional merupakan imbas dari pandemi Covid-19, sehingga beberapa bandara internasional dialihkan fungsinya hanya sebagai bandara domestik.

Dia menilai rencana itu hanya bersifat situasional, dan bukan kebijakan yang menetap ketika kondisinya normal maka akan dikembalikan lagi statusnya.

Taat dia, apabila rencana menata kembali hingga menutup bandara internasional dilaksanakan, hal tersebut tidak akan berpengaruh signifikan bagi industri. Sebab bandara internasional hanya sebatas nama untuk menunjang penerbangan orang dari dan ke luar negeri.

“Hal yang penting adalah volume atau lalu lintas penumpang dibanding luar negeri di bandara internasional tersebut. Apabila jumlah penumpang sejak luar negeri sangat potensial oleh sebab itu perlu disediakan cabang kantor imigrasi dan bea cukai. Sebaliknya, jika hanya untuk penerbangan domestik oleh karena itu tidak dibutuhkan fasilitas tersebut, ” katanya.

Haryadi menjelaskan bahwa Indonesia menerapkan kebijakan Nusantara National Single Window (INSW). Artinya, Indonesia ingin mempermudah ekspor hingga lalu lintas orang dari dan ke luar negeri, hanya meniti satu pintu. Pintu utama buat masuk ke Indonesia harus mencuaikan jalur internasional seperti Bali, Jakarta , dan Kawasan.

Sebelumnya diberitakan, Departemen Perhubungan akan menata ulang arah penerbangan internasional dan bandara global. Ini dilakukan dalam rangka menukar strategi major yang tidak menetapkan memperbanyak bandara internasional.

“Tidak perlu terlalu banyak bandara internasional. Otomatis ini akan ada hub primer dan sub-hub, ” kata Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan, Novie Riyanto dalam Webinar bertajuk Transportasi Untuk Merajut Kepelbagaian, Jakarta, Jumat (14/8). [cob]