Hidup di Tengah Perumahan, Keberadaan 5 Hotel Diprotes Awak Serpong

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Merdeka. com – 5 Hotel kelas Melati di kawasan perumahan Anggrek Loka Zona 2. 2 Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, bikin warga setempat resah. Warga berharap Pemkot Tangsel, bertindak menghentikan acara penyewaan kamar di di dalam lokasi perumahan tersebut.

“Jelas kami benar terganggu dengan adanya kehidupan penyewaan kamar di di area perumahan kami. Perlu diketahui bahwa area tersebut adalah kawasan residensial, bukan komersial, ” tegas Pakar bicara warga perumahan Anggrek Loka, Rafael ditemui Senin (22/3).

Tempat menegaskan, berdirinya bangunan hotel kelas melati di tengah-tengah area residensial adalah jalan nakal, pengalihan fungsi gedung untuk kediaman menjadi wadah usaha.

“Terlebih usaha perhotelan dengan konsep sewa harian seperti kos atau hotel melati yang ada di area perumahan kami, patut diduga terjadi tindakan kriminal, ” ucap dia.

Awak merasa berdirinya usaha hotel dan kos harian yang berdiri di kawasan itu menggangu keamanan dan ketenteraman warga perumahan. Terlebih servis kamar membukan layanan kontrak kamar harian.

“Konsep perumahan kami itu klaster, dengan adanya kos hotel banyak orang-orang asing keluar-masuk. Ini jelas mengganggu ketengan. Kami jadi tidak berani membaskan anak-anak ana bermain dalam kompleks perumahan, ” katanya.

Dia menyebut, adanya pekerjaan sewa kamar harian tersebut, juga dikhawatirkan terjadinya kesibukan negatif terselubung. “Potensi adanya praktik traficking, narkoba atau mungkin terorisme bisa sekadar terjadi. Janji yang disampaikan manajemen kos hotel untuk memfilter, menseleksi tamu tak akan bisa dilakukan sebab mereka menyediakan layanan sewa harian yang justru berpotensi besar dijadikan tempat pengerjaan prostitusi, ” terangnya.

Untuk itu, warga berharap Pemerintah Kota Tangsel menerjunkan aparat berwenang buat menindak tegas dan mengembalikan fungsi kawasan Perumahan Anggrek Loka menjadi kawasan residensial bukan komersial.

“Pemda harus melakukan fungsinya dan harus berani mengucup operasional tempat – wadah tersebut, itu harapan kami. Patut diduga juga pengusaha kos dan hotel menyalahi aturan terkait IMB, perizinan usaha, amdal dan asing lainya, ” jelas tempat.

Pantauan langsung di lokasi perumahan Anggrek Loka sektor 2. 2 terdapat 5 bangunan hotel dan kos harian yang seluruhnya berada di Hidup Anggrek Serat, Perumahan Anggrek Loka sektor 2. 2.

Sementara, perumahan Anggrek Loka sendiri, merupakan kawasan perumahan eksklusif dengan sistem keamanan satu kesempatan untuk aktivitas keluar menyelundup warga. Namun, meski menerapkan sistem satu pintu, daerah perumahan itu seperti terkuak untuk umum karena kehadiran bangunan kos dan hotel di dalam kawasan perumahan itu.

“Sekarang bukan hanya penghuni selalu yang boleh keluar mendalam area perumahan, namun serupa tamu asing yang menyewa kamar kos hotel pada dalam area perumahan hilir mudik hanya dengan melupakan identitas diri di gardu penjagaan keluar-masuk area perumahan, ” terang dia.

Sedikitnya ada 5 bangunan 4 dan 5 lantai yang menawarkan servis penyewaan kamar harian dalam sepanjang Jalan Serat RT2 RW 12 area perumahan Anggrek Loka sektor dua. 2 itu.

“Mereka ini tidak punya lahan parkir. Kalau sedangkan ramai, kendaraan yang parkir penuh hingga mengganggu masyarakat pemilik rumah yang tinggal dekat kos dan hotel tersebut. Kami sangat-sangat tak nyaman, ” ucap warga pemilik rumah di Anggrek Loka, Ben. [ray]