Hari Ini Diundang WHO, Menkes Terawan Diminta Berbagi Cara Indonesia Tangani Covid-19

Merdeka. com – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto hari ini Jumat (6/11) diundang dengan khusus oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dia diminta berbagi jalan penanganan pandemi Covid-19, karena Indonesia dinilai sukses menekan kasus membangun.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Keburukan (P2P) Kemenkes Muhammad Budi Hidayat menjelaskan undangan tersebut adalah seruan spesial. Sebab kata Budi Indonesia mampu menekan angka kasus pasti pada 2 minggu terakhir.

“Iya betul (Undangan spesial atas keberhasilan Indonesia mampu menangani Covid-19), secara umum 2 minggu terakhir angka kasus positif rate menurun, angka kesembuhan meningkat, ” kata Budi saat dihubungi lepas. com, Jumat (6/10).

Diketahui surat undangan yang diteken oleh Asisten Direktur Jenderal Kesiapan Darurat WHO, Jaouad Mahjour diberikan secara spesial pada Terawan diundang oleh WHO bersama tiga gajah kesehatan negara lain yang dinilai sukses menangani Covid-19. Tetapi tidak disebutkan rinci menteri negara asing.

Nantinya Terawan bersama menteri lain akan bertemu dengan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Tedros akan mendengarkan petunjuk dari mereka mengenai tindakan di dalam penanganan Covid-19 atau tinjauan intra-tindakan (intra-action review/IAR).

Angka Kesembuhan 1 November Meningkat 82, 84%

Sebelumnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi membeberkan petunjuk kasus Covid-19 di Indonesia bola lampu 1 November mengalami penurunan. Tempat menjelaskan kasus aktif tanah minuman 13, 78% dari rata-rata negeri yaitu 25, 22%.

“Ini yang harus terus ditekan sehingga angka 13, 78% itu bisa kita tekan kecil teristimewa, ” ungkap Jokowi.

Sementara itu, tingkat kesembuhan pada Indonesia pun meningkat. Mantan Wali kota Solo tersebut mengatakan angka kesembuhan mencapai 82, 84%, sedangkan rata-rata dunia 72%.

“Di angka kesembuhan kita selalu lebih baik, ini agar diperbaiki lagi, ” ungkap Jokowi.

Namun angka yang sedang memprihatinkan adalah angka kematian pada Indonesia yaitu 3, 38 % dari rata-rata dunia 2, 5%. Jokowi meminta agar hal tersebut diperhatikan.

“Masih dalam atas rata-rata dunia angka janji di Indonesia masih 3, 38% rata-rata dunia berada 2, 5% ini yang patut jadi menjawab kita semuanya, dan yang bersentuhan dengan Covid-19 saya ingin waspada kehatian-hatian kita semuanya, ” membuka Jokowi. [bal]