Fasial Basri: Ekonomi Bisa di Udara dan Rem, Nyawa Manusia Tidak

Merdeka. com porakporanda Ekonomi Superior, Faisal Basri menyebut penggunaan kata ‘gas dan rem’ untuk melindungi kesehatan dan ekonomi yang kala digunakan pemerintah sangat tidak positif. Sebab, keduanya tidak bisa dijalankan secara bersamaan. Apalagi kesehatan sendiri menyangkut masyarakat luas.

“Ini bukan gas rem, itu trial and error, ekonomi mampu di gas rem, tapi mengambil manusia tidak bisa, ” sebutan dia dalam diskusi di Jakarta , Kamis (3/9).

Dia menyebut, masa ini saja angka kasus membangun Covid-19 naik terus, total mair dan item confirm cases menyentuh 3. 000-an per hari.

“Angka kematian sudah sempurna rata harian melampaui yang sebelumnya. Active cases yang masih dirawat naik terus, belum ada cape-capenya. Ini dengan 43 ribu orang dirawat, RS sudah kewalahan, sebesar orang meninggal, ICU udah berangkat hampir penuh. Belum ada tanda-tanda titik tertinggi, ” jelas dia.

Dia menekankan, yang harus dilakukan pemerintah dalam hal ini adalah mengendalikan virus biar jumlah kasus terjadi di Tanah Air turun. Dengan demikian ekonomi pula akan berjalan kembali tanpa distimulus sekalipun.

“Sejak awal pemerintah sudah salah jalan, bukan Perppu penanganan covid-19 luar pokok tapi Perppu untuk melebarkan kekurangan. padahal sektor keuangan tidak urusan, tidak ada kanker di dalam tubuhnya, ” tandas dia. [idr]