Diperiksa KPK, Menantu Nurhadi Dicecar Perkara Penerimaan Aliran Suap Perkara MA

Merdeka. com semrawut Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Rezky Herbiono, menantu mantan Sekretaris Majelis hukum Agung (MA) Nurhadi, Kamis (3/9). Pemeriksaan berkaitan dengan kasus sangkaan suap dan gratifikasi penanganan pasal di MA.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, terhadap Rezky, tim pemeriksa menelisik percakapan antara Rezky secara pihak lain terkait kesepakatan petunjuk aliran suap.

“Penyidik mengonfirmasi adanya beberapa komunikasi perbincangan dalam barang bukti elektronik kurun tersangka dengan berbagai pihak dengan diduga terkait kesepakatan penerimaan sebesar uang, ” ujar Ali dalam keterangannya, Jumat (4/9).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Sekretaris MA Nurhadi, Riezky Herbiono yang merupakan menantu Nurhadi, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT. MIT) Hiendra Soenjoto.

Hiendra dijerat jadi pihak yang menyuap Nurhadi. Hiendra melalui Rezky Herbiono diduga meluluskan suap dan gratifikasi dengan nilai total mencapai Rp 46 miliar.

Tercatat ada 3 perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham dalam PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara pada pengadilan.

Diketahui Rezky diduga menerima sembilan lembar memeriksa atas nama PT MIT sejak Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus pasal PT MIT vs PT KBN.

Ketiganya diketahui tahu menjadi buronan dan masuk pada daftar pencarian orang (DPO). Selama kurang lebih empat bulan menghilang, Nurhadi dan Rezky akhirnya ditangkap tim penindakan KPK di sebuah panti mewah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan.

Tak ada tangkisan berat yang diterima tim penindakan dari Nurhadi dan Rezky. Tim hanya kesulitan untuk masuk ke dalam rumah tersebut lantaran pintunya digembok.

Tim awalnya berusaha masuk secara baik-baik dengan mengetuk pagar dan pintu rumah, namun tak ada itikad cara dari Nurhadi. Tim kemudian menetapkan untuk membobol pagar dan kemungkinan rumah dengan disaksikan ketua RW setempat.

Nurhadi dan Rezky pun digelandang tim ke lembaga antirasuah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara Hiendra hingga kini sedang diburu tim penindakan KPK.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6. com [gil]