Celik Kelancaran Proyek Strategis Nasional, Pertamina Kolaborasi dengan Kejagung

Merdeka. com – Untuk menjaga kelancaran proyek strategis nasional yang sedang serta akan dijalankan Pertamina, Pertamina membentuk kolaborasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan di seluruh Nusantara. Kolaborasi strategis ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding/Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Jaksa Utama Republik Indonesia ST Burhanudin di Jakarta , Rabu (25/11/2020).

Penandatanganan MoU ini juga dihadiri para General Manager Pertamina dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di seluruh Indonesia. Hadir juga Dewan Komisaris Pertamina serta perwakilan dari Kementerian BUMN RI.

Direktur Sari Pertamina Nicke Widyawati menegaskan Pertamina mendapat amanat untuk memastikan ketahanan energi melalui 4A+1S yaitu Availibility, Accesibility, Affordability, Acceptability dan Sustainability. Pertamina harus dapat memastikan tersedianya energi untuk masyarakat Indonesia & bahkan sampai ke pelosok. Pada menjalankan tugas ini, banyak tantangan dihadapi, dan tidak membuat Pertamina menyerah, tapi justru memotivasi Pertamina untuk terus dapat melayani keluarga dan negara ini lebih molek lagi.

“Untuk membawa kemandirian dan ketahanan energi nasional, tentu kami membutuhkan dukungan sebab para stakeholder dan juga seluruh masyarakat. Begitu banyak proyek-proyek makin proyek sangat besar berskala nasional tengah kami jalani untuk melahirkan tujuan mulia tersebut. Untuk itulah kami terus berupaya bekerjasama serta berkolaborasi dengan para stakeholder buat mendukung kami, ” ujar Nicke.

Menurut Nicke, secara kerjasama ini, akan menjadikan Pertamina mendapatkan dukungan penuh dari Kejaksaan RI dalam menuntaskan proyek penting nasional serta kerjasama dan kolaborasi yang selama ini telah terikat dengan sangat baik dapat bertambah mempererat kedua belah pihak pada membangun sinergi yang lebih kokoh lagi.

“Besar harapan saya agar kerjasama ini serupa dapat menguatkan aspek Good Corporate Governance pada bisnis Pertamina dengan keseluruhan, ” ujar Nicke.

Nicke menambahkan, kolaborasi Pertamina dengan Kejaksaan RI tidak cuma dilakukan di pusat saja, mengecualikan akan diturunkan hingga Perjanjian Kerjasama ( PKS ) yang akan ditandatangani para direksi Pertamina dengan para Jaksa Gemilang Muda, serta para Executive GM/GM Pertamina di unit operasi secara para Kepala Kejaksaan Tinggi dalam seluruh wilayah Indonesia.

Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanudin juga menyampaikan bahwa Kejaksaan Tinggi di seluruh wilayah Indonesia siap membantu dalam pendampingan asas. Jika Pertamina membutuhkan pendapat & masukan terkait masalah hukum, pendampingan dan SDM, Kejaksaan siap memberikan masukan.

“Kejaksaan meminta penandatanganan ini dapat di implementasikan dengan baik dan berharap ikatan Pertamina dengan Kejaksaan RI sanggup berjalan dengan baik dan saling mendukung, terutama dalam penjagaan rencana strategis nasional, ” pungkasnya

Perjanjian Kerjasama sebagai anak dari MoU ini akan mengcover lima bidang yakni pertama, Tempat Perdata dan Tata Usaha Negara dengan lingkup kerja sama mas pendapat hukum, pertimbangan hukum, & tindakan hukum lain. Kedua, Bagian Intelijen dengan lingkup kerja sepadan dukungan pengamanan proyek pembangunan strategis dan/atau percepatan investasi Pertamina, molek dalam maupun luar negeri & penelusuran aset baik di di dalam maupun luar negeri.

Ketiga Bidang Pemulihan Aset Kongsi dengan lingkup kerja sama pemulihan aset terkait tindak pidana dan/atau aset lainnya serta pemulihan aset Pertamina yang dikuasai oleh bagian ketiga secara melawan hukum. Keempat, Bidang Tindak Pidana Umum secara lingkup kerja sama pertukaran keterangan, informasi, keahlian, serta sarana & prasarana dalam pelaksanaan penegakan asas dan penguatan kelembagaan. Kelima, Dunia Pendidikan dan Pelatihan dengan lingkup kerja sama penyelenggaraan pendidikan & pelatihan terkait pengembangan dan pengembangan SDM, pengembangan kualitas pengelolaan institusi pendidikan dan pelatihan, dan pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan & pelatihan.

Pada kesempatan ini, Pertamina juga memberikan lengah satu wujud dukungan nyatanya pada Kejaksaan Republik Indonesia dengan menyerahkan sarana dan prasarana (CSR) berbentuk 2 (dua) unit mobil ambulance dan 2 (dua) unit mobil jenazah kepada Rumah Sakit Umum Adhyaksa.

“Semoga persekutuan yang telah berlangsung antara Pertamina dan Kejaksaan RI, dapat menjadi suatu pijakan untuk sinergi dan keselarasan yang berkelanjutan untuk kedepannya, ” pungkas Nicke. [hhw]