AstraZeneca Pastikan Indonesia Tidak Berkelakar Beri Izin Edar Vaksin

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Mandiri. com – Direktur AstraZeneca Indonesia, Rizman Abudaeri, mengemukakan negeri Indonesia saat ini tidak main-main dalam memberikan permisi edar penggunaan vaksin COVID-19 untuk warganya.

“Pemerintah dalam memutuskan tidak main-main dan juga awak sebagai industri farmasi, data yang kita sampaikan pula sangat luar biasa dikaji dengan sangat mendalam, betul cermat sehingga keputusan tersebut terjadi, ” katanya dalam Dialog Produktif Kabar Kamis Siang bertajuk “Hindari Hoax Seputar Vaksinasi” yang dipantau di Jakarta dilansir Kurun, Kamis (3/6).

Rizman mengatakan produsen vaksin diwajibkan memperoleh izin daripada Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) sebelum diterima untuk digunakan kepada awak Indonesia.

Menurutnya, BPOM akan memberikan emergency used autirization (EUA), atau nomor izin edar. “Tapi karena ini adalah kepentingan darurat dan digunakan dengan cepat, maka BPOM serupa melakukan re-evaluasi menggunakan EUA. Di mana ini merupakan izin cepat tapi lestari memperhatikan aspek keamanan & juga efikasinya, ” katanya.

Sehingga semua vaksin harus melalui pertimbangan dan persetujuan BPOM dengan persyaratan efektivitas dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bertambah dari 50 persen bersandarkan hasil uji klinis fase 1, 2, dan 3.

Dikatakan Rizman, segala hal yang berhubungan secara obat maupun vaksin pada Indonesia juga dilakukan pre-market dan post market surveilens sebagai kewajiban pemerintah beserta produsen untuk selalu memantau keamanannya.

Evaluasi pre-market terdiri atas bagian keamanan, efikasi atau khasiat dan kualitas.

Setelah aspek tersebut terpenuhi, kata Rizman, juga tumbuh kewajiban melakukan post market surveilens di mana pabrik farmasi selalu melaporkan ke BPOM segala hal yang berhubungan dengan keluhan dibanding masyarakat, khususnya efek samping.

“Karena kurang efek samping juga diterima oleh pemerintah melalui dokternya di fasilitas kesehatan, kemudian ke Komisi Daerah Peristiwa Ikutan Pasca-Imunisasi (Komda KIPI) dan seterusnya. Bahkan pula kejadian di luar daerah, ” ujarnya.

Rizman menambahkan, keputusan negeri menggunakan AstraZeneca sebagai lengah satu vaksin di Nusantara dilakukan atas dasar analisa saintifik serta pertimbangan yang cukup dari berbagai bagian penelitian.

“Yang ingin kami sampaikan merupakan kita harus percaya kalau pemerintah Indonesia hari tersebut sudah melakukan evaluasi yang sangat mendalam sehingga diambil kesimpulan bahwa beberapa vaksin ini layak digunakan dalam Indonesia untuk membentuk herd immunity yang sekarang dijalankan melalui program vaksinasi, ” katanya. [ray]